Ticker

6/recent/ticker-posts

Tips Dan Manfaat Sunat SehatQ.com

Sunat ataupun khitan merupakan tindakan medis pembedahan buat memotong kulup, ialah kulit yang menyelubungi ujung penis. Prosedur yang diucap sirkumsisi dalam dunia kedokteran ini telah bisa dicoba pada sebagian hari sehabis balita lahir.


Centers for Disease Control and Prevention( CDC) apalagi merekomendasikan sunat sebab prosedur ini bisa kurangi resiko terbentuknya peradangan HIV.

Sebagian keluarga memilah melaksanakan prosedur sunat pada anak pria atas alibi budaya serta keyakinan agama. Kebersihan serta kesehatan kelamin anak pula sering jadi alibi. Tetapi terdapat pula sebagian orang yang menyangka pembedahan ini tidak sangat berarti.

Oleh sebab itu, Kamu bisa berdiskusi dengan dokter saat sebelum memutuskan melaksanakan sunat pada anak pria Kamu ataupun buat diri sendiri.

Mengapa sunat dibutuhkan?

Tidak hanya sebab alibi budaya serta agama, sunat pula mempunyai sebagian keuntungan kedokteran berikut ini:

Melindungi kebersihan penis

Dengan prosedur ini, melindungi kebersihan penis hendak lebih gampang dicoba.

Kurangi resiko peradangan saluran kemih

Peradangan saluran kencing( ISK) tidak sering terjalin pada pria. Tetapi penyakit ini lebih universal ditemui pada pria yang tidak disunat. Apabila terjalin berkelanjutan, ISK yang parah bisa menimbulkan permasalahan pada ginjal di setelah itu hari.

Merendahkan resiko penyakit meluas seksual

Sunat bisa kurangi resiko terbentuknya penyakit meluas intim, misalnya HIV.

Menghindari kendala kedokteran pada penis

Kerapkali, kulup yang tidak disunat jadi sangat ketat serta tidak dapat ditarik melewati kepala penis. Keadaan yang diucap fimosis ini bisa menimbulkan peradangan kulup ataupun kepala penis.

Kurangi resiko kanker penis

Walaupun kanker penis tercantum sangat tidak sering, resiko penyakit ini hendak lebih rendah pada pria yang telah disunat.

Kurangi resiko kanker serviks pada wanita

Suatu riset di Johns Hopkins University, Amerika serikat, meyakinkan kalau terjalin penyusutan resiko terbentuknya kanker serviks pada perempuan yang berhubungan seksual dengan laki- laki yang melaksanakan sunat.

Siapa yang memerlukan sunat?

Sebab mempunyai keuntungan kedokteran, balita ataupun anak pria dianjurkan buat menempuh sunat. Tidak hanya itu, prosedur ini pula diperlukan kala sebagian keadaan kedokteran di dasar ini terjalin:

Fimosis

Fimosis merupakan kendala penis di mana kulup melekat ketat sehingga tidak dapat ditarik dari ujung penis. Keadaan ini bisa terjalin pada pria yang lahir dengan kulup yang ketat ataupun mempunyai sisa cedera, peradangan, ataupun peradangan pada penis.

Upaya penyembuhan fimosis yang bisa dicoba meliputi mengkonsumsi obat kortikosteroid ataupun menempuh prosedur sunat.

Parafimosis

Parafimosis merupakan keadaan kedokteran kala kulup terjebak di kepala penis serta membatasi aliran darah ke ujung penis. Perihal ini bisa terjalin sebab pemasangan kateter urine.

Parafimosis ialah keadaan gawat darurat kedokteran wajib lekas ditangani. Penindakan dini dicoba buat kurangi pembengkakan, tetapi sirkumsisi butuh dicoba buat menghindari keadaan ini terjalin lagi.

Balanitis

Balanitis ialah keadaan peradangan ataupun pembengkakan pada kepala penis. Penyebabnya dapat berbentuk iritasi, penyakit kulit, ataupun peradangan meluas intim. Prosedur sunat dicoba buat menghindari kambuhnya penyakit ini.

Apa saja persiapan buat menempuh sunat?

Saat sebelum sunat dicoba, dokter hendak menarangkan resiko serta keuntungan prosedur ini. Orangtua anak yang hendak disunat butuh mengisi formulir persetujuan aksi kedokteran saat sebelum prosedur dicoba.

Sedangkan sirkumsisi pada laki- laki berusia dapat dicoba sehabis penderita ataupun keluarganya menandatangani pesan persetujuan tersebut.

Pengecekan darah pula hendaknya dicoba saat sebelum sunat, bleeding time serta clotting time wajib ditilik buat mengenali terdapat tidaknya permasalahan dengan pembekuan darah.

Dokter juga hendak menanyakan riwayat hemoflia pada keluarga. Kelainan darah ini dikhawatirkan dapat merangsang komplikasi pendarahan seusai proses sirkumsisi.

Gimana proses sunat dicoba?

Sunat pada balita baru lahir umumnya dicoba di rumah sakit pada 10 hari pascakelahiran. Berikut langkah- langkah proses sunat:

Anak hendak dibaringkan.

Tangan serta kakinya hendak dipegangi.

Penis serta zona sekitarnya hendak dibersihkan dengan cairan antiseptik.

Obat bius hendak disuntikkan ke pangkal penis ataupun dibalurkan pada penis dalam bentuk

Perlengkapan berbentuk klem ataupun cincin plastik diletakkan pada penis.

Kulup juga setelah itu hendak dipotong.

Sehabis kulup terpotong, penis hendak diolesi dengan salep, semacam salep antibiotik ataupun gel petroleum.

Prosedur tersebut umumnya berlangsung dekat 10 menit. Secara universal, langkah- langkah sirkumsisi pada balita, kanak- kanak, serta pria berusia sama. Tetapi pada kanak- kanak serta berusia, penderita umumnya dibius total sepanjang prosedur.

Durasi pengobatan serta resiko komplikasi sunat pula hendak bertambah bersamaan bertambahnya umur seorang.

Apa saja yang butuh dicermati sepanjang pengobatan sunat?

Zona penis yang disunat hendak hadapi memar serta bengkak sepanjang 2 sampai 3 minggu. Rasa perih dikala buang air kecil pula bisa dialami sepanjang sebagian hari hingga sebagian minggu setelahnya.

Rasa tidak aman bisa timbul setelah sirkumsisi. Tetapi perih yang dialami umumnya tidak sangat parah serta bisa ditangani dengan obat antinyeri.

Dokter hendak merekomendasikan sebagian perihal di dasar sepanjang masa pengobatan:

Menggunakan celana dalam dengan dimensi yang pas serta tidak sangat longgar.

Minum banyak air buat melarutkan keasaman urine serta kurangi nyeri dikala buang air kecil.

Menjauhi kegiatan raga sampai cedera sembuh total. Durasi pemulihan umumnya dekat 3 minggu buat anak pria serta berusia.

Tidak memakai krim antiseptik ataupun krim lain yang tidak diresepkan oleh dokter. Obat- obatan ini bisa mengusik proses pengobatan serta tingkatkan resiko peradangan.

Apa saja resiko serta komplikasi sunat?

Komplikasi sunat yang sangat kerap terjalin merupakan pendarahan serta peradangan pada penis. Tidak hanya itu, dampak samping terpaut pemakaian obat bius pula bisa terjalin.

Walaupun tidak sering, sirkumsisi pula bisa menimbulkan permasalahan pada kulup penis yang meliputi:

Kulup yang terpotong sangat panjang ataupun sangat pendek.

Kulup penis yang tidak sembuh total.

Sisa kulup penis melekat kembali pada ujung penis, sehingga memerlukan pembedahan revisi. 

Posting Komentar

0 Komentar